Selasa, 23 Juni 2015

1.      Persepsi Guru Pendidikan Jasmani Hong Kong pada Pengajaran Game untuk Memahami: Implikasi untuk Pengembangan Profesional Berkelanjutan
Guru menyatakan bahwa TGfU menyediakan diskusi kelompok dan peluang komunikasi antara siswa. Namun, mereka tidak percaya diri dalam memodifikasi peralatan, ruang dan aturan untuk membuat TGfU lebih bermakna karena waktu kontak terbatas dengan siswa dan ukuran kelas yang besar. Akhirnya, untuk mencapai visibilitas besar dalam sistem pembelajaran TGfU di Hong Kong, diperlukan administrator senior untuk mendukung dan mempromosikan manfaatnya.
2.      Pengaruh TGfU dalam Permainan Kecil 5 lawan 5, Kebugaran Kardiovaskuler, Kekuatan Kaki dan Kecepatan Lari 30 Meter dari Pemain-Pemain Elit Sekolah Malaysia
Menurut hasil dari penelitian dapat disimpulkan bahwa TGfU lebih baik dibandingkan dengan pendekatan tradisional SDT. Model TGfU menggunakan pendekatan taktis. Model TGfU dengan situasi permainan kecil seperti 3 vs 3 atau 5 vs 5 dapat meningkatkan kontrol bola dan V02 max telah terbukti dari penelitian ini. Namun, penelitian lebih lanjut harus dilakukan untuk mengetahui bagaimana TGfU akan meningkatkan komponen lain dari permainan terutama pelaksanaan keterampilan, pemain pendukung hingga posisi pemain.
3.      Model Pendidikan Jasmani Terintegrasi (Selandia Baru)
Penelitian ini berfokus pada Model Pendidikan Jasmani Terintegrasi yang menghubungkan model siklis dari pembelajaran berpengalaman, Model Sistem 4MAT Lengkap, dan TGfU. Pendekatan TGfU bisa dipahami dalam model pembelajaran berpengalaman. Guru pendidikan jasmani bisa menggunakan informasi ini untuk memberikan pengajaran yang lebih baik bagi siswanya dan membuta lingkungan pembelajaran yang lebih efektif.
4.      Budaya, Mewujudkan Pengalaman dan Pengembangan Guru TGfU di Australia dan Singapura
Budaya merupakan pertimbangan penting dalam pengembangan TGfU di seluruh dunia. Dari perbedaan budaya dan sosial antara Australia dan Singapura, bisa menjadi harapan yang memiliki dampak sangat signifikan terhadap pengalaman guru untuk mengembangkan teknik mengajar TgfU.

5.      TGfU, Pelayanan Guru Pendidikan Jasmani: Hasil dan Hambatan Mengenai Pengubahan Model Mengajar Olahraga
Penelitian ini adalah untuk memahami persepsi tentang Pelayanan Pendidikan Fisik (PF) guru ketika menggunakan Pengajaran Games untuk Understanding (TGfU) dalam mengajarkan olahraga. Data dikumpulkan dari wawancara, pertemuan kelompok kerja, dan buku harian peserta. Hasil penelitian menunjukkan kesulitan guru PF memiliki di perencanaan dan pelaksanaan TGfU.
6.      Perubahan Kurikulum Permainan Jepang dan Pergeseran ke Arah Pembelajaran Yang Berpusat Pada Siswa
Kurikulum di Jepang bertujuan untuk membimbing siswa untuk mewujudkan cita-citadalam olahraga. TGfU begitu berpengaruh dalam tercapainya cita-cita tsb. TGfU di jepang menggunakan strategi berpusat pada peserta didik sehingga meminta siswa untuk berfikir berinteraksi dan intelektual di dalam permainan yang menyenangkan dan tetap bermakna.
7.      TGfU Perspektif Kanada
Penerapan TGFU dalam kurikulum pendidikan jasmani di Kanada mulai lebih terfokus dan dapat diakses untuk belajar siswa dengan peningkatan dari konsep pengajaran yang dapat ditemukandalam kategori permainan. TGFU Kanada telah berdampak besar pada perkembangan TGFU di dunia

0 comments:

Posting Komentar